Kamis, 09 September 2021

3 Tips Membuat Judul Artikel yang Baik dan Benar

Posted by Bunda Is on Kamis, 09 September 2021

Bagaimana, sih, cara membuat judul artikel blog yang baik dan benar?

Apa saja karakteristik judul konten yang bukan sekadar benar secara logika tapi juga menarik perhatian pembaca?

Nah, di postingan kali ini, saya bakal membagikan ilmu-ilmu "daging" seputar membuat judul artikel blog.

Sebetulnya, ilmu ini saya peroleh dari pelatihan content writing dengan salah satu media nasional yang saya ikuti satu minggu terakhir.

Wah, lama juga, ya? 😲

Oh, untuk membahas seputar judul konten dan tetek-bengeknya nggak mencapai waktu satu minggu penuh, kok. 😅

Selain belajar tentang cara bikin judul artikel yang menarik, saya juga diperkenalkan dengan banyak hal-hal penting lainnya tentang content writing.

Contohnya, informasi terkait Search Engine Optimization (SEO) dan ekosistem media online secara keseluruhan.

Nah, kembali ke topik inti!

Jadi, apa saja sih ciri-ciri judul artikel yang benar?

Lalu, bagaimana cara membuat judul postingan blog yang sesuai dengan karakteristik itu?

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya. 😁

 

1. Hindari Membuat Judul Clickbait

 

Pernahkah Anda browsing tentang suatu informasi dan menemukan salah satu hasil pencarian memiliki judul bernada serupa seperti yang satu ini?

"Khasiat Buah Mengkudu Sangat Dahsyat, Tenaga Bisa Tahan Semalaman"

Atau yang satu ini?

"Lorde Tak Bisa Jadi Seorang Pop Star"

Dilihat sekilas, kedua judul di atas cukup menarik, bukan?

Tapi, kalau menempatkan diri sebagai seorang pembaca, saya justru bakal ogah klik artikel itu.

Kok?

Iya, sebab judulnya terlalu berlebihan dan terkesan dibuat-buat.

Barangkali, memang secara ilmiah buah mengkudu itu berkhasiat.

Tetapi, lantaran yang disorot cuma manfaatnya untuk meningkatkan stamina pria, para pembaca akan cenderung beranggapan jika artikel tersebut fokus pada hal-hal serupa itu saja.

Lalu, bagaimana dengan contoh kedua, "Lorde Tak Bisa Jadi Seorang Pop Star"?

Padahal judul ini memancing rasa penasaran pembaca, lalu di mananya yang salah?

Hemat saya, penulis dari artikel ini seolah-olah menggiring opini dan meyakinkan pembaca jika tokoh yang dimaksud betul-betul tidak akan sukses menggeluti kariernya.

Jelas sekali kalau ini bukan contoh yang bagus, apalagi boleh Anda tiru.

Berpendapat boleh saja, tetapi ingat untuk tetap bersikap netral.

Nah, kalau Anda sendiri, pernahkah Anda menjumpai judul-judul tulisan yang terlalu bombastis?

Atau, jangan-jangan Anda sudah pernah menuliskannya di blog Anda sendiri? 👀

Ayo, tulis di kolom komentar, ya.

 

2. Jangan Berhenti di Judul

Ketika membuat judul, kebanyakan penulis pemula pasti pernah membuat satu kesalahan ini.

Ya, ia membeberkan informasi terpenting di judul, sehingga tanpa perlu membaca isinya pun pembaca sudah memahami pokok pembahasannya.

Misalnya, ada sebuah artikel yang berjudul "Nikahi Aurel Hermansyah, Atta Halilintar Beri Mahar Rp342.021".

Begitu membaca judul ini, pembaca sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.

Yah, baik sekali sih, kalau Anda memang mau membagikan informasi secara cuma-cuma.

Tetapi, dalam menulis di media online, saya percaya salah satu motivasi Anda yakni uang, bukan?

Nah, sementara untuk memperoleh cuan itu, Google memberinya berdasarkan jumlah pengunjung dan tayangan di tiap postingan blog atau website Anda.

Jadi, bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau blog Anda sepi klik, bukan?

Oleh karena itu, gugah keingintahuan pembaca dengan 'merahasiakan' sedikit dari tema yang Anda hendak bahas.

Untuk contoh tadi, Anda bisa menggantinya jadi "Nikahi Aurel Hermansyah, Atta Halilintar Beri Mahar Segini".

Kata “segini” akan memancing rasa penasaran pembaca.

Secara otomatis, pembaca pun akan klik pada judul Anda untuk mengetahui lebih banyak tentang berita tersebut.

Menurut saya pribadi, amat disayangkan jika Anda sudah membuat artikel seapik mungkin, tetapi sepi pembaca.

Padahal, kesalahannya tidak terletak pada badan artikel Anda, melainkan di judul.

Boleh dibilang, judul itu ibarat bagian luar dari kastil atau istana mewah.

Untuk menarik perhatian orang-orang agar masuk mengunjungi kastil itu, jangan terang-terangan menghias seluruh dinding luarnya dengan lapisan emas.

Tetapi, sajikan eksteriornya apa adanya.

Lalu, buka sedikit pintu dan jendela-jendelanya.

Dengan begitu, pengunjung bisa mengintip ke dalam.

Jika apa yang ada di dalamnya menarik buat mereka, maka mereka pasti akan masuk dengan sendirinya.

 

3. Jangan Membuat Judul yang Datar

Seperti apa, sih, judul yang datar itu?

Lagi-lagi, kalau menyangkut ketertarikan pembaca, maka judul yang datar adalah judul yang gagal menimbulkan perasaan apapun di dalam diri pembaca.

Misalnya, dari judul yang Anda buat, reaksi macam apa yang Anda inginkan dari pembaca?

Apakah itu untuk membangkitkan rasa geram?

Jengkel?

Sedih?

Terharu?

Penasaran?

Apapun itu emosinya, judul yang datar tidak akan menimbulkan yang manapun dari perasaan-perasaan di atas.

Coba perhatikan judul berikut ini:

"Jokowi Divaksin Sinovac Hari Ini"

Dari esensinya, saya tahu ini informasi penting yang layak diketahui khalayak umum.

Namun, sama seperti poin ke dua di artikel ini, judul ini menghalangi pembaca untuk klik pada artikel Anda.

Padahal, jika penulis mampu bermain-main dengan perasaan pembaca, wah, saya jamin bakal ada banyak klik yang Anda peroleh.

Tetapi, ingat satu hal: jangan berlebihan dalam menggunakan kata-kata yang memancing emosi pembaca.

Karena, kalau sudah begitu, sama saja artinya Anda membuat judul yang clickbait, dong.

 

Membuat judul yang baik dan benar itu susah-susah gampang.

Dibilang susah lantaran judul merupakan salah satu elemen kunci yang menentukan menarik atau penting tidaknya suatu artikel.

Tapi, membuat judul yang baik dan benar juga gampang, asalkan Anda tahu kaidah-kaidahnya. 😉

Ada tips lain yang bisa Anda tambahkan ke daftar di atas?

Yuk, sharing dengan pembaca Diari Is yang lain, dan sampai jumpa lagi di postingan berikutnya. 👋

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar