Rabu, 21 Juli 2021

5 Cara Mengatasi Stres pada Ibu Rumah Tangga

Posted by Bunda Is on Rabu, 21 Juli 2021

Mengatasi Stres pada Ibu Rumah Tangga

Moms, hemat saya, penting sekali bagi kita untuk mengetahui apa saja cara-cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga.

Walau aktivitas harian kita hanya seputar urusan-urusan di dalam rumah, bukan berarti kita kebal stres, lho.

Banyak hal yang harus kita kerjakan setiap hari yang bukan cuma menguras tenaga, melainkan emosi kita juga.

Mengatasi anak susah makan, menyiapkan segala kebutuhan suami, dan berbenah rumah hanyalah secuil drama yang umumnya terjadi.

Belum lagi jika Anda juga punya pekerjaan sampingan seperti saya, yakni ngeblog dan menulis lepas, maka ketabahan adalah kunci utama yang menguatkan kita agar sanggup menjalani semuanya sekaligus.

Tapi, setabah apapun kita, bukankah kita cuma manusia biasa? 😢

Ada kalanya kita lelah dan muak dengan segala kesibukan yang menggerogoti tubuh dan jiwa kita.

Jika tidak ditangani dengan baik, penat yang menumpuk itu berisiko menjelma menjadi stres.

Bahkan, kalau dibiarkan berlarut-larut, bukan hal mustahil seorang ibu rumah tangga menderita depresi.


Penyebab Stres pada Ibu Rumah Tangga

Sebetulnya, apa yang menyebabkan stres pada ibu rumah tangga?

Toh, yang dilakoni setiap hari tidak jauh-jauh dari pekerjaan rumah tangga "sederhana".

Iya, "sederhana", bagi yang belum pernah mengalami sendiri betapa melelahkannya menjadi seorang ibu rumah tangga! 😠

Sungguh, jadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang sangat melelahkan.

Bayangkan, kita harus "bekerja" 24 jam dalam sehari, lebih-lebih lagi jika anak-anak kita masih berumur sangat belia dan butuh pengawasan terus-menerus.

Bukan cuma 24 jam sehari, tapi 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, dan 12 bulan setahun kita harus "bekerja", tanpa jatah libur bahkan di hari-hari besar nasional sekalipun (kecuali sakit)!

Pun, yang dikerjakan itu-itu saja, alias monoton dan tidak bervariatif.

Bosan?

Jelas!

Sayangnya, tidak ada kesempatan untuk kabur dari rutinitas itu.

Terlebih lagi, walau yang dikerjakan sehari-hari tampak sederhana dan remeh, tetapi jumlahnya yang di luar batas wajar itulah yang membuat pekerjaan-pekerjaan itu jadi sumber stres.

Di saat yang bersamaan, kita juga bertanggung jawab dalam mengasuh anak.

Yang paling bikin saya jengkel adalah saat mendengar pasangan atau orang lain dengan santainya berkomentar, "Kok, cucian masih numpuk / makan malam belum siap / halaman depan kotor? Kamu ngapain aja di rumah?"

Duh, saya kepengin getok kepalanya, deh! 💢

Eh, kok, malah jadi marah-marah begini?

Aduh, maaf, saya terdistraksi lantaran emosi mengingat kembali celetuk sembrono orang-orang yang kurang pemahaman mengenai beratnya peran seorang ibu rumah tangga. 😧

Baik itu dengan atau tanpa bantuan asisten, jadwal ibu rumah tangga akan selalu padat!

Dan, meski telah mengerahkan usaha terbaik kita, tidak semua hasil pekerjaan kita diapresiasi dengan semestinya.

Menurut saya, perkara-perkara inilah yang menyebabkan ibu rumah tangga rentan terjangkiti stres.

Dan, seperti yang telah saya sebut tadi, apabila tidak tertangani dengan baik, maka stres itu dapat berujung pada depresi.

Ini bukan fenomena baru.

Mengutip dari Psycom, ibu rumah tangga (terlebih lagi mereka yang mengasuh anak usia belia) punya frekuensi marah, sedih, dan frustrasi yang lebih tinggi ketimbang ibu yang bekerja.

Inilah pentingnya mengetahui cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga, seperti yang saya tegaskan di awal tulisan ini.


5 Cara Mengatasi Stres pada Ibu Rumah Tangga

Lantas, bagaimana cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga?

Apakah memungkinkan untuk memanjakan diri atau rehat di tengah-tengah kesibukan yang ada?

Jawabannya: Ya, bisa!

Saya sendiri selalu menyempatkan untuk merilekskan diri, meski tidak bisa terlalu sering.

Namun, setidaknya itu cukup untuk mengurangi tekanan mental yang saya terima.

Dan, jika Moms mau meniru langkah-langkah yang saya ambil untuk meringankan stres yang Anda hadapi, baca penjelasannya satu-persatu di bawah ini, ya.


1. Lakukan Hobi di Waktu Luang

Satu hal yang saya sadari semenjak saya menjadi seorang ibu adalah berkurangnya waktu yang saya punya untuk me-time.

Sebelum melahirkan anak, apalagi ketika melajang, prioritas utama saya ya diri saya sendiri.

Namun, begitu saya menjadi seorang ibu dan harus mengasuh anak, prioritas saya pun berganti padanya.

Alhasil, dulu saya punya anggapan buruk, bahwa menyisihkan sedikit waktu untuk diri sendiri ibarat dosa besar buat saya.

Ini juga boleh jadi karena saya tumbuh besar melihat Mama yang jarang sekali menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri selepas bekerja.

Mama selalu menyibukkan diri dengan berbagai macam pekerjaan rumah tangga hingga waktu tidur tiba.

Barangkali, anggapan negatif itu saya peroleh dari mengamati Mama yang seakan-akan tidak punya waktu libur sama sekali.

Nyatanya, me-time itu sangat diperlukan, apalagi oleh ibu rumah tangga yang sepanjang waktu berada di rumah.

Lantaran tidak ada batasan yang jelas antara kapan "shift kerja" dimulai dan diakhiri, tekanan pikiran pun menghantui.

Kita juga butuh istirahat, Moms.

Lagipula, kalau kita terus-menerus memaksakan diri untuk bekerja, ada masanya tubuh kita tidak lagi sanggup memenuhi tuntutan itu.

Jadi, sebelum ambruk (dan hilang kewarasan), tidak ada salahnya menyempatkan barang beberapa menit per hari untuk menekuni hobi lama yang barangkali sudah bertahun-tahun tidak kita tekuni. 💖

Saya sendiri, contohnya, mencuri-curi waktu untuk membaca buku manakala saya sempat.

Rasanya seperti oasis di tengah gurun pasir yang kering kerontang, Moms. 🌴

Atau, kalau sangat tidak memungkinkan, memainkan game klasik di ponsel jadi alternatif buat saya.

Apapun hobi Anda, coba sempatkan untuk melakukannya di sela-sela kesibukan Anda.

Ketika si kecil tidur siang, misalnya, manfaatkan waktu luang tersebut untuk menonton drama kesukaan Anda.

Pandai-pandailah melihat kesempatan. Waktu luang itu pasti ada, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.


2. Beri Apresiasi untuk Diri Sendiri

 

Moms, bagaimana rasanya jika usaha kita tampak seperti titik kecil di mata orang lain?

Wajar jika kita berkecil hati ketika anak, pasangan, mertua, atau orang tua kandung sendiri meremehkan kerja keras kita.

Saya pernah merasakannya.

Walau suami tidak terang-terangan mengomentari hasil pekerjaan saya, saya bisa mengetahuinya dari bahasa tubuhnya.

Contohnya, ia kelihatan ogah-ogahan saat saya menyajikan makanan tertentu, yang rupanya kurang ia sukai.

Atau, saat Papa berkunjung ke rumah dan bukannya bermain dengan sang cucu, malah menghabiskan sepanjang sore memangkas tanaman di halaman depan rumah.

Betul kata orang, ignorance is bliss.

Andai saya tahu isi hati mereka, bisa-bisa saya makin gondok sejadi-jadinya! 😖

Rasanya seperti sia-sia mengerahkan usaha terbaik saya di setiap kesempatan.

Toh, tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana cara menghargainya!

Eh, rupa-rupanya pola pikir saya salah besar, dong.

Ada, masih ada satu orang yang tahu bagaimana cara menghargai kerja keras saya.

Ya, saya sendiri orangnya!

Anda pun sama, Moms.

Jika Anda merasa Anda kurang menerima apreasiasi yang setimpal atas dedikasi tinggi Anda terhadap keluarga dari orang-orang yang Anda layani, maka saatnya untuk mengapresiasi diri Anda sendiri.

Karena, kalau bukan dari kita, lalu dari siapa lagi?

Sesekali, hadiahi diri sendiri dengan jajanan atau paket reflexology yang sudah lama kita idam-idamkan.

Jadikan saat-saat tersebut sebagai ajang penghargaan dan syukur terhadap diri sendiri yang tidak kenal lelah dan putus asa.

Coba pikir, apa jadinya jika kita menyerah di tengah jalan?

Maka, saya pikir, tidak ada salahnya sesekali memanjakan diri sendiri sebagai bentuk self-appreciation dan self-reward.

Jangan tunggu orang lain untuk melakukannya.

Mulai dari diri sendiri.


3. Jangan Sungkan Meminta Bantuan dari Orang Lain

 

Beberapa ibu rumah tangga mungkin merasa kurang aman jika mempercayakan pengasuhan anak pada nanny atau orang lain.

Atau, barangkali di benaknya, terpatri gambaran seorang ibu rumah tangga yang tidak sempurna lantaran ketidaksanggupan untuk mengerjakan semuanya seorang diri.

Sejatinya, ini termasuk pola pikir yang merusak.

Faktanya, di dunia ini memang tidak ada satupun manusia yang sempurna, tidak terkecuali ibu rumah tangga. 😂

Jadi, jangan bercita-cita yang muluk-muluk dengan mengharapkan kita mampu mengerjakan semuanya seorang diri.

Moms, apa jeleknya, sih, meminta bantuan ketika diperlukan?

Apa itu berarti kita lemah?

Jelas tidak, dong!

Malahan, mengakui ketidakmampuan dan ketidakberdayaan Anda adalah langkah awal mencegah stres pada ibu rumah tangga, yang sayangnya, banyak ibu sepelekan.

Alasannya seperti yang saya sebutkan tadi, mungkin takut dicap tidak kompeten.

Padahal, tenaga kita terbatas.

Alhasil, kapanpun memungkinkan, saya tidak ragu untuk melakukan outsourcing.

Ketika sekujur badan terasa remuk redam akibat efek haid, saya bersyukur sekali ada jasa bersih-bersih rumah dan antar makanan.

Berkat layanan-layanan seperti ini, saya merasa sangat terbantu.

Bagi para bunda dengan keterbatasan finansial, cobalah meminta bantuan dari pasangan atau mertua. Komunikasikan dengan baik keterbatasan Anda agar mereka memahami kondisi Anda.

Biasanya, selama disertai alasan-alasan yang masuk akal, mereka akan dengan senang hati menolong, kok.

Bahkan, kita juga bisa sesekali menugasi pasukan cilik untuk melakukan tugas-tugas ringan, seperti merapikan kasurnya sehabis tidur atau membereskan mainannya.

Selain meringankan beban kita, ini juga merupakan taktik yang bagus untuk mengajarkan tanggung jawab kepada mereka.

Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. 😉


4. Meditasi

 

Belakangan ini, saya membiasakan diri untuk bermeditasi selama sedikitnya sepuluh menit di pagi hari.

Secara pribadi, saya merasakan manfaat luar biasa dari kegiatan ini, lebih-lebih dalam menenangkan pikiran saya.

Tiap kali kepala berdenyut-denyut karena pening, saya juga bermeditasi.

Setelah melakukannya, otot-otot yang kaku terasa lebih enteng, dan pening pun berkurang.

Efek relaksasinya betul-betul terasa.

Saya tidak bisa bicara banyak soal manfaat meditasi dari sudut pandang kesehatan, tapi berdasarkan pengalaman saya, meditasi jelas-jelas bagus bagi ketenangan jiwa saya.

Saya sarankan Moms juga mencobanya, deh.

Ada banyak panduan meditasi untuk pemula di YouTube (guided meditation) jika Moms tertarik untuk bermeditasi.


5. Kurangi Ekspektasi pada Diri Sendiri

 

Cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga yang terakhir menurut saya yakni dengan mengurangi ekspektasi pada diri sendiri.

Jujur, deh, bagaimana perasaan Anda melihat kondisi rumah yang kacau balau bahkan setelah Anda merapikannya berkali-kali?

Kesal?

Saya pun kesal, tapi apa mau dikata, mempertahankan rumah yang rapi nyaris mustahil kalau tiap lima menit sekali anak-anak bertingkah dan membuat kekacauan.

Betul, penting juga untuk mendisiplinkan anak agar mereka tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Tapi, tingkat kekacauan yang anak-anak perbuat kemungkinan besar tidak terlalu parah.

Maka, yang perlu kita perbuat adalah untuk menjadi fleksibel.

Jika hanya satu bagian di dalam rumah (dapur, misalnya) sedang dalam keadaan kotor, sementara ruangan lain bersih tanpa noda setitik pun, apakah itu menjadikan kita tinggal di hunian yang kotor?

Tidak, bukan?

Jadi, janganlah bersikap terlalu keras pada diri sendiri.

Toh, kalau kita tidak mampu membersihkannya hari ini, masih ada hari esok, lusa, atau minggu depan.

Atau, kita bisa menengok poin ke-4 dari postingan ini, dan mengingatkan diri untuk memesan jasa bersih-bersih rumah.

Sungguh, mengekang diri sendiri dengan ekspektasi yang tidak sehat itu amat merugikan.

Dan, ujung-ujungnya, kita sendiri yang dirugikan. 😖

 

Meski ada berbagai macam penyebab stres pada ibu rumah tangga, saya tetap bersyukur menyandang predikat sebagai ibu rumah tangga, dan bisa tinggal di rumah bersama anak saya, menyaksikan pertumbuhannya dari dekat.

Padahal, saya selalu diberi kesempatan jika saya ingin kembali berkarier, tapi saya tolak tawaran-tawaran yang ada.

Dengan mengatur mindset yang tepat, saya percaya situasi-situasi yang memicu stres bisa dihindari.

Moms, bagikan cara Anda mengatasi stres pada ibu rumah tangga di kolom komentar, ya, dan sampai jumpa di postingan blog "Diari Is" lainnya. 👋

Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Ulasan yang bermanfaat, Mbak.Semua pekerjaan jika dilakukan dengan ikhlas, akan mendapat pahala. Terutama mengurus anak dan suami.selamat Idul Adha, maaf lahir batin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, daripada buang-buang tenaga mengeluh lebih baik disyukuri. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, selamat Idul Adha juga.

      Hapus